Hafalan 30 juz selama program 3 tahun
Hafal beberapa matan kitab berbahasa arab
Berbahasa Arab Aktif (Membaca, menulis, mendengar dan berbincang)
Paham berbagai disiplin ilmu dasar agama islam
Memiliki ketrampilan khusus yang dibutuhkan dimasa depan
Seperti apa KURIKULUM ALANNABI?
Kurikulum Tahfidz Quran mendominasi kurikulum pesantren, dengan menggunakan metode : Kaifa tahfadzul Quran Wala Tansah. Yang mana metode ini terdiri dari: Hifz (setoran hafalan baru), Tikrar (mengulang hafalan baru), Rabth (mengulang hafalan lama), Muroja`ah (Mengulang seluruh hafalan. Disamping itu juga terdapat program muroja'ah dan tahsin tilawah al Quran.
Kurikulum kesantrian adalah kurikulum lokal pesantren yang lebih menekankan kepada pengembangan diri santri dan santriwati serta penerapan sunnah-sunnah Nabi shallallahu `alaihi wa sallam dalam kehidupan sehari-hari seperti do'a harian, puasa sunnah, ibadah sunnah harian serta pembinaan adab dan akhlak harian para santri.
Kurikulum diniyah atau pembekalan materi agama dalam kegiatan dirosyah lebih menitik beratkan kepada pembekalan materi Aqidah salaf serta materi lainnya seperti manhaj, adab dan akhlak, fiqih ibadah harian, hadist arbain atau hadist shoheh pilihan, do'a pagi petang, mengupas buku perjalanan Nabi dalam buku Sirah nabawiyyah dan lain sebagainya.
Untuk kurikulum Bahasa Arab atau bahasa inggris, lebih ditekankan kepada praktek berbahasa arab atau inggris dalam kehidupan sehari-hari, selain menghafal mufrodat untuk percakapan harian para santri,
Kurikulum Keahlian yang ada sebagai program Ekstrakulikuler santri yang meliputi kegiatan keahlian Komputer, Desain Grafis, IT Digital Marketing, Tataboga, Thibbunnabawi hingga praktek Bekam.
Untuk memperoleh ijazah resmi negara maka pesantren mengadakan program pendidikan kesetaran paket B (SMP) dan paket C (SMA) dengan harapan setelah lulus dari pesantren santri bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi seperti melanjutkan ke SMA atau kuliah. Selain ijazah santri mendapatkan shahadah sertifikat tahfidz sesusi jenjang kelas tahfidz yang didapatkan.
Program Tahfidz Alannabi 30 Juz, hafalan 1-2 halaman perhari atau 2juz perbulan.
Metode tahfidz 7T memadukan Talaqi, Tilawah, Tahsin, Tikrar, Taktub, Tafahum, Tasmi.
Para Santri diberikan bimbingan ibadah harian sesuai sunnah, bimbingan prilaku adab dan akhlak harian, bimbingan belajar dan menghafal do’a harian, bimbingan melakukan aktifitas sepeti menyuci, piket kebersihan dan merawat diri masing-masing.
Para santri diberikan pembinaan terhadap pembekalan materi agama seperti materi aqidah salaf, manhaj, siroh, fiqih ibadah harian, hafalan hadist arbain, hafalan dan praktek do’a harian, percakapan bahasa arab dan bahasa inggris.
pelajaran ekskul terdiri dari ekskul keahlian dan ekskul hiburan seperti panahan, berenang, olahraga basket, badminton, outbound, dan hiburan lainnya, selain itu ada ekskul keahlian komputer, internet marketing, desain grafis, tataboga kick dan kuliner, bekam, thibbunnabawi dan pengobatan herbal.
Hafalan yang sudah disetorkan selama 20 bulan hafalan tahfidz jiyadah, maka di semester ke 5 dan 6 para santri memuroja’ah hafalnnya hingga ada mutqin min 5-10 juz yang bisa dijaga sedangkan untuk memutqinkan secara keseluruhan bisa masuk ke janjang lanjutan SMA Alannabi selama 3 tahun berikutnya.
Target kegiatan jiyadah tahfidz selama 20 bulan, dan muroja’ah tahun ketiga, target dirosyah islamiyyah buku pemula serta pelatihan dasar ekstrakulikuler.
Santri mengikuti ujian pondok yaitu terdiri dari ujian tahfidz dan ujian dirosyah serta ujin negara (UN) berbentuk pembuatan karya tulis diakhir pendidikan.